PSEL Kabupaten Bekasi Segera Dibangun: Solusi Modern Pengelolaan Sampah, Hemat APBD Hingga Rp125 Miliar Per Tahun

Terkini 24 Jul 2026 07:09 2 min read 111 views By Berindonews

Share berita ini

PSEL Kabupaten Bekasi Segera Dibangun: Solusi Modern Pengelolaan Sampah, Hemat APBD Hingga Rp125 Miliar Per Tahun
Berindonews media online terpercaya, akurat dan berani

Kab. Bekasi- Berindonews|


Kabupaten Bekasi terpilih menjadi salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang mendapat kepercayaan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui program prioritas pemerintah pusat. Langkah strategis ini menjadi tonggak baru penanganan persoalan persampahan sekaligus memberikan efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan, mencapai sekitar Rp125 miliar per tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Doni Sirait, menjelaskan bahwa fasilitas PSEL yang nantinya dibangun dengan kapasitas olah 1.000 ton sampah per hari ini hadir tanpa membebankan biaya pengolahan atau tipping fee kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Jika merujuk pada skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha yang diterapkan di sejumlah daerah lain, biaya pengolahan berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per ton. Namun dengan kehadiran PSEL ini, pemerintah daerah terbebas dari biaya tersebut,” ujar Syafri Doni dalam acara Podcast Rumah Bekasi di Kantor DLH Kabupaten Bekasi, Rabu (23/7/2026).

Berdasarkan perhitungan rinci, dengan asumsi tarif terendah Rp350 ribu per ton, pengolahan 1.000 ton sampah setiap harinya setara dengan biaya Rp350 juta per hari atau mencapai Rp125 miliar dalam satu tahun. Angka inilah yang nantinya dapat dihemat dan dialokasikan untuk pembangunan sektor lain.

Keberhasilan Kabupaten Bekasi lolos sebagai lokasi proyek strategis nasional ini tidak lepas dari kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan, peta jalan atau roadmap persampahan, hingga ketersediaan lahan seluas lima hektare. Lokasi TPA Burangkeng dinilai sangat layak karena memiliki sumber air yang memadai, yang dibutuhkan sebagai sistem pendingin utama mesin pengolahan.

Meski PSEL mampu mengolah 1.000 ton sampah, Kabupaten Bekasi memiliki timbulan sampah harian mencapai 2.200 hingga 2.300 ton. Untuk menutupi kekurangan daya tampung tersebut, pemerintah daerah menjalin kerja sama strategis dengan PT Asiana yang akan mengolah sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara atau Refuse Derived Fuel (RDF) bagi industri semen.

Sinergi ini pun membawa keuntungan ganda bagi daerah. Selain tidak dikenakan biaya pengolahan, pemerintah daerah juga memperoleh pendapatan tambahan berupa sewa lahan di kawasan TPA Burangkeng yang digunakan perusahaan untuk membangun fasilitas pengolahan.

“PT Asiana saat ini tengah menyelesaikan tahapan perizinan dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada September 2026 nanti,” ungkapnya.

Syafri menegaskan, kombinasi antara fasilitas PSEL dan RDF merupakan langkah komprehensif untuk menyelesaikan masalah sampah secara berkelanjutan tanpa membebani kemampuan fiskal daerah.

“Ini merupakan sebuah anugerah besar bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi dan masyarakat. Kita mendapatkan solusi pengelolaan sampah modern dan berteknologi tinggi dengan beban anggaran yang jauh lebih ringan,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

(Berindonews )

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

PT. BERINDONEWS SEJAHTERA MANDIRI

Recent Articles

Popular Articles