Tangani Kekeringan, BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 3,06 Juta Liter Air Bersih ke 23 Desa
Cikarang Pusat –berindonews|
Penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terus digencarkan Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sejak 9 Juni 2026, distribusi bantuan air bersih berjalan secara berkelanjutan dan bergilir bagi wilayah yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyampaikan hingga saat ini bantuan telah menjangkau 23 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.
"Seluruh warga terdampak kami layani secara bergilir. Hal ini dilakukan mengingat masih adanya keterbatasan jumlah armada maupun personel di lapangan," ujar Dodi.
Untuk mempercepat penyaluran, BPBD kini tengah mendata ketersediaan kendaraan tangki milik Organisasi Perangkat Daerah maupun perusahaan swasta, guna dimanfaatkan sebagai penambahan armada pengangkut air. Sementara itu, kebutuhan sumber air baku difasilitasi Perumda Tirta Bhagasasi yang membuka akses pengambilan air bersih secara gratis di seluruh cabang terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 3.067.300 liter. Keberhasilan penyaluran ini merupakan wujud sinergi lintas pihak, meliputi Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, BBWS Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, PT Hyundai, PT Ejip, Yayasan BMI, Yayasan SCK, DPC Gamki, serta program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Jababeka.
Solusi Jangka Panjang: Percepatan Infrastruktur Air
Dodi menegaskan, penanganan darurat harus diimbangi langkah strategis jangka panjang. Pembangunan infrastruktur sumber daya air di wilayah hulu menjadi prioritas yang harus segera dipercepat.
"Kami telah berkoordinasi dengan BBWS Citarum serta BBWS Ciliwung-Cisadane agar pembangunan bendungan dan sarana tampungan air dapat segera direalisasikan. Harapannya, air hujan dapat ditampung dengan baik saat musim penghujan dan siap dimanfaatkan saat kemarau seperti sekarang," jelasnya.
Saat ini, status kebencanaan di Kabupaten Bekasi masih berada pada level Siaga Darurat. Peningkatan status menjadi Tanggap Darurat akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan serta prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung hingga September, bahkan berpotensi meluas akibat pengaruh El Nino.
BPBD mengimbau seluruh masyarakat menggunakan air bersih secara bijak dan hemat. Warga yang mengalami kesulitan akses air diminta segera melaporkan melalui pemerintah desa setempat, agar bantuan dapat segera dijadwalkan dan disalurkan secara merata.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles